Tampilkan postingan dengan label Neal Morse. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Neal Morse. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juli 2009

Worship Sessions Review

Review buat majalah Passion Edisi ke 2

Rating

Worship Sessions vol. 2: 7.25/10

Worship Sessions vol. 3: 6/10

Worship Sessions adalah seri album rohani Neal Morse yang musiknya tidak bergaya progressive rock. Sejauh ini sudah ada 4 seri album Worship Session dimulai dari Worship Sessions Vol. 1: Lead Me Lord yang dirilis pada tahun 2005, lalu Vol. 2, 3, dan 4 menyusul di tahun 2006, 2008, dan 2009. Saya akan mereview album Worship Sessions Vol. 2: Send The Fire dan Vol. 3: Secret Place.

Kedua album ini bergaya pop/gospel Albumnya solid dan penuh dengan lagu bagus yang diaransemen dengan baik. Seperti biasa Neal Morse memainkan hampir semua alat musik di album ini. Kedua album cukup mirip. Perbedaan vol. 2 dan 3 yang ketara adalah lagu di vol. 3 ada vokal wanitanya. Lagu favorit saya di vol. 2 adalah You Are Needed In This House sedangkan di vol. 3 adalah lagu pertama di album ini, Alleluia.

Namun, menurut saya kekuatan kedua album ini berada pada track-track awal saja. Mulai track ke 6 atau track ke 7 albumnya sudah kurang menarik dan sedikit monoton. Meski begitu, secara keseluruhan 2 album ini adalah album rohani yang solid dan layak disimak.

God Won't Give Up Review


Review gw buat majalah musik gereja Passion edisi ke 2

God Won’t Give Up

Rating: 7.75/10

Album yang memuaskan. Album Neal Morse rilisan 2005 ini adalah salah satu album Neal Morse yang tidak bergaya Progressive Rock. Musik di album ini bisa dibilang musik Kristen kontemporer dengan vokal yang dominan dan lirik berisikan pujian kepada Tuhan. Mayoritas lagu ini bisa dibilang bagus dengan melodi yang baik dan musik yang padu. Menurut Morse, lagu-lagu di album ini ia buat pada tahun 2002 atau tahun ketika Morse menjadi Kristen yang lahir baru. Beberapa lirik di album ini bisa dibilang menggambarkan perasaan Morse pada saat itu. Penuh sukacita, iman, pengharapan, pujian dan ucapan syukur, dan musik di album ini menggambarkan perasaan itu.

Morse adalah produser sekaligus penulis lagu di ke 10 lagu di album ini. Selain sebagai vokalis utama, seluruh piano, gitar, dan bass di album ini dimainkan oleh Morse, hampir semua instrumen. Bahkan Morse juga bermain drum di sebuah track (His Mercy Endureth). Lagu favorit saya di album ini adalah lagu riang berjudul Love Like You.

Menurut saya, album God Won’t Give Up bisa dibilang sebagai album personal Morse. Lagu-lagu di album ini bahkan ada sebelum proyek dobel-album ambisius Morse, Testimony (yang juga berdasarkan pengalaman pribadi). Album personal yang lirik atau tema albumnya dibuat berdasarkan pengalaman pribadi sang musisi biasanya memiliki kekuatan dan daya tarik yang berbeda dari album kebanyakan. Misalnya, album Blood on The Tracks karya Bob Dylan, Blue karya Joni Mitchell, Us karya Peter Gabriel atau Sea Change karya Beck yang dibuat ketika musisi-musisi tersebut sedang patah hati. Semua album tersebut bisa dibilang critically acclaimed.

Kekuatan utama album ini menurut saya adalah lagu-lagu karya Morse yang memiliki melodi dan lirik yang bagus, catchy dan mudah dinyanyikan. Album ini juga tidak sulit “dicerna”, kalau menurut istilah saya “sekali denger udah langsung enak”. Aransemen musiknya juga terdengar pas dan tidak berlebihan. Album rohani yang baik.

Tracklist:

1. I Sing My Love

2. His Mercy Endureth

3. King of Love

4. The Crossroads

5. Save My Life Tonight

6. Love Like You

7. Mountain

8. John’s Dream

9. See What God Can Do

10. God Won’t Give Up

Jumat, 22 Mei 2009

Testimony




















Review gw tentang album Testimony-nya Neal Morse yang dimuat di majalah musik gereja, Passion


Album : Testimony

Musisi : Neal Morse

Rating : 8 .25/ 10

Testimony adalah album solo ke 3 Neal Morse, salah satu musisi progressive rock terkenal di era 90an bersama band-nya Spock’s Beard dan Transatlantic. Album konsep (album yang memiliki tema atau cerita tertentu) berdurasi 2 jam lebih ini memiliki tema tentang perjalanan spiritual Morse dari sebelum perjumpaannya dengan Yesus sampai Morse menerima Tuhan Yesus dalam hidupnya. Bisa dibilang ini adalah album paling personal yang pernah Morse buat. Musik di album ini bisa dibilang sangat berbeda dengan musik Kristen kebanyakan. Meski lirik di album ini merupakan lirik yang kental bernuansa Kristiani yang penuh dengan ucapan syukur Morse, musiknya sangatlah rumit dan penuh dengan pergantian beat ala Progressive Rock. Aransemen rumit ditambah orchestra dan lirik personal mempertegas album ini sebagai salah satu album paling ambisius Morse. Neal Morse memainkan sebagian besar instrumen di album ini, dibantu oleh drummer Dream Theater, Mike Portnoy yang membuat musik dalam album ini semakin seru (dan rumit, dan asik) untuk disimak. Kerry Livgren yang juga seorang Born Again Christian juga ikut membantu di salah satu lagu di album ini.

Double album ini dibagi menjadi 5 bagian / part. Part 1-2 (disc 1) umumnya menceritakan tentang konflik spiritual, kesepian, dan kekosongan yang dialami Neal Morse sebelum dia berjumpa dengan Tuhan sampai pada keputusannya menjadi pengikut Kristus. Part 3-5 (disc 2) menceritakan transformasi Neal Morse dari hidupnya yang lama ke hidupnya yang baru. Pengaruh band Genesis dan Yes sangat terasa dalam aransemen Morse, meski begitu Neal Morse tetap mampu menghasilkan musik yang orisinal dengan vokal dan melodinya yang khas. Produksi album ini juga bisa dibilang sangat baik dan menambah point plus bagi kualitas album. Lagu favorit saya di album ini (meski setiap lagu satu dengan yang lainnya saling berhubungan) adalah lagu Moving in my Heart (lagu ke 4 disc 2).

Kelemahan album ini menurut saya adalah soal durasi yang terlalu panjang dan beberapa bagian / lagu terasa membosankan. Progressive Rock juga bukanlah genre yang umum dalam musik rohani sehingga bisa dibilang album ini bukan untuk semua orang. Bagaimanapun juga, album ini layak untuk menjadi alternatif referensi musik para pemusik Kristen dimanapun karena keragaman aransemen dan musiknya yang “heavy” yang jauh berbeda dari kebanyakan musik Kristen saat ini. Biasanya, album konsep juga merupakan karya seni essential dan paling ambisius seorang musisi yang sangat layak disimak. Tommy (The Who), The Wall (Pink Floyd), The Lamb Lies Down On Broadway (Genesis) dan Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band (The Beatles) adalah beberapa contoh album konsep yang sangat menarik dan ambisius. Testimony adalah salah satu album Progressive Rock terbaik era 2000an dan jelas merupakan salah satu album “Kristen” terbaik yang pernah dibuat.

Ariel Aditya